Sama Biasa

Western Australian Museum

Sama Biasa adalah kapal penangkap ikan jenis perahu lambo sepanjang 27 kaki (8,23 meter), diperkirakan dibangun pada tahun 1955 di Pepela, Pulau Rote, Indonesia tenggara.

Sejak awal hingga pertengahan abad ke-18, nelayan Indonesia telah melakukan penangkapan ikan di sepanjang pantai utara Australia, sebagian besar tanpa pembatasan. Namun sejak tahun 1952, situasi mulai berubah ketika Pemerintah Australia memperkenalkan undang-undang baru dan memperluas batas laut teritorialnya, sehingga memberikan mereka otoritas lebih besar atas wilayah perikanan tersebut. Kadang-kadang kapal nelayan Indonesia masuk ke perairan Australia, dan wilayah perikanan pun menjadi isu yang diperebutkan. Pada tahun 1970-an, Pemerintah Indonesia dan Australia mencapai kesepakatan yang mengizinkan nelayan tradisional Indonesia untuk mengakses wilayah tertentu dan menangkap serta mengumpulkan spesies laut tertentu.

Meskipun ada kesepakatan, kapal-kapal Indonesia masih sesekali beroperasi di luar wilayah yang disepakati. Sama Biasa, yang berarti “seperti biasa”, adalah kapal nelayan Indonesia pertama yang ditangkap dan disita oleh otoritas Australia karena melakukan penangkapan ikan di luar area yang telah disetujui. Pada tahun 1980, Sama Biasa dicegat di Pulau Gregory, di lepas pantai utara Australia Barat, dan ditarik ke Pulau Koolan untuk diproses. Di kapal tersebut, inspektur perikanan menemukan tujuh awak kapal bersama peralatan menangkap ikan, 40 kilogram beras, 360 liter air, 10 kilogram ikan kering, dan sekitar 250 kilogram kerang trokus. Para awak kapal dinyatakan bersalah dan kapalnya disita.

Penyitaan ini memberikan dampak besar bagi pemilik dan tujuh awak kapal Sama Biasa, serta secara lebih luas terhadap armada nelayan Rote. Kerang trokus tersebut seharusnya dijual seharga 500 rupee per kilogram kepada perusahaan yang datang ke Rote sebulan sekali. Kehilangan hasil tangkapan ini, ditambah dengan penyitaan kapal, menyebabkan kesulitan ekonomi yang berat bagi para awak kapal saat kembali ke Pepela. Proses hukum ini menjadi preseden dan berdampak besar terhadap kapal-kapal lain selama masa yang penuh ketegangan ini, ketika operasi perikanan dan penegakan perbatasan Australia di wilayah barat laut menjadi sangat ketat.

Sama Biasa on display at the Western Australia Maritime Museum in Fremantle, images © Western Australian Museum 

Perahu Lambo

Perahu lambo umumnya dianggap sebagai perahu layar Indonesia yang paling terpengaruh oleh teknologi maritim Barat. Perahu ini memiliki sistem layar depan dan belakang bergaya Barat, serta kemudi yang digantung pada tiang buritan. Secara umum, perahu ini memiliki lambung lurus atau hampir lurus untuk memudahkan penggunaan kemudi, yang membedakannya dari desain perahu Indonesia tradisional yang memiliki lambung melengkung atau bergelombang. Sama Biasa adalah contoh perahu lambo berujung ganda.

Curators

David O'Sullivan | Assistant Curator, Western Australian Museum