Keris Buritkang

Keris (kris) adalah senjata tajam berbentuk asimetris dari Indonesia. Baik digunakan sebagai senjata maupun benda spiritual, keris dianggap memiliki kekuatan magis. Keris yang paling awal diketahui berasal dari abad ke-10 dan penggunaannya mungkin menyebar dari pulau Jawa ke seluruh Asia Tenggara.

Keris Buritkang berasal dari Kerajaan Kutai Kartanegara di Kalimantan dan dianggap sebagai benda suci. Sementara tanggal pasti pembuatannya tidak diketahui, menurut cerita rakyat objek ini berasal dari abad ke-13. Keris ini diturunkan secara turun-temurun oleh penguasa Kutai Kartanegara dan tetap menjadi pusaka keramat, bahkan setelah kerajaan tersebut menjadi Kesultanan Islam.

Digunakan dalam ritual dan upacara

Meskipun keris ini sekarang disimpan di museum, benda ini masih digunakan dalam ritual dan upacara, contohnya pada penobatan Raja. Sultan Kutai Kartanegara ke-21 yaitu Sultan Aji Muhammad Arifin mengangkat Keris Buritkang dengan mengenakan benda-benda yang dianggap suci lainnya, yaitu mahkota dan jubah pada penobatannya di tahun 2018.

Objek ini memiliki signifikansi sosial yang tinggi karena tidak berubah fungsinya sejak awal berdirinya kerajaan hingga saat ini.

Winda Saputri dari Museum Mulawarman, Kalimantan Timur, menceritakan arti penting dari keris dalam koleksi museum.

Curators